Langsung ke konten utama

Buka Ruang Diskusi Memahami Isi Buku

Kenapa Seminar Pendidikan Tentang  Bedah Buku Penting Membaca Itu Penting, Tapi Memahami Bersama Itu Lebih Kuat Di era konten pendek, buku setebal 200 halaman sering dianggap terlalu berat. Banyak yang beli, sedikit yang baca sampai selesai. Padahal ide bagus di dalam buku bisa jadi percuma kalau nggak pernah didiskusikan. Di sinilah seminar pendidikan dengan format bedah buku punya peran. Bukan cuma acara baca kutipan, tapi ruang buat membongkar ide, mengaitkannya dengan realita, dan mendengarkan sudut pandang orang lain. Acara ini penting karena buku bagus nggak seharusnya berhenti di rak. Ia harus hidup di ruang diskusi. Membedah Buku Bikin Isi Jadi Mudah Dicerna Buku akademis atau non-fiksi sering ditulis dengan bahasa berat dan struktur yang padat. Banyak orang berhenti di bab 2 bukan karena malas, tapi karena bingung harus mulai ngerti dari mana. Melalui seminar bedah buku, pembicara yang sudah membaca mendalam bisa jadi “penerjemah”. Ia menjelaskan kerangka besar, poin pen...

Rekomendasi Waktu Penyimpanan Arsip Perusahaan

Lama Penyimpanan Dokumen di Perusahaan


Retensi Arsip adalah jangka waktu penyimpanan yang wajib dilakukan terhadap suatu Jenis Arsip. Sedangkan, Jadwal Retensi Arsip (JRA) adalah daftar yang berisi paling sedikit tentang jangka waktu penyimpanan atau retensi, jenis Arsip, dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penetapan suatu jenis Arsip dimusnahkan atau dipermanenkan yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan dan penyelamatan Arsip.

Jasa penghancuran dokumen
Jasa Pemusnahan Dokumen

Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 53 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah menetapkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jadwal Retensi Arsip Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Jadwal Retensi Arsip terdiri atas 2 (dua) jenis arsip, yaitu:

  • Arsip Fasilitatif, yaitu Arsip yang berkaitan bidang fasilitatif meliputi kepegawaian, keuangan, perencanaan, hukum, organisasi dan tata laksana, persuratan dan kearsipan, ketatausahaan, dan kerumahtanggaan, perlengkapan, kehumasan, penelitian, pengkajian, dan pengembangan, perpustakaan, teknologi informasi dan pengawasan.
  • Arsip Subtantif, yaitu Arsip yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meliputi Arsip koordinasi kedaulatan maritim dan energi, sumber daya maritim, infrastruktur dan transportasi, pengelolaan lingkungan dan kehutanan, pariwisata dan ekonomi kreatif serta investasi dan pertambangan. 

Retensi Arsip atau jangka waktu simpan Jenis Arsip dimulai setelah kegiatan dinyatakan selesai yang ditentukan dengan beberapa pernyataan.

Penentuan Retensi Arsip dilakukan berdasarkan pertimbangan Nilai Guna Arsip didasarkan pada akumulasi Retensi Arsip Aktif dan Inaktif dengan 3 (tiga) pola, yaitu:

  • 2 (dua) tahun untuk Arsip yang memiliki nilai guna administrasi;
  • 5 (lima) tahun untuk nilai guna hukum, ilmiah, dan teknologi; atau
  • 10 (sepuluh) tahun untuk Arsip yang memiliki nilai pertanggungjawaban keuangan, catatan keuangan, bukti pembukuan, dan data pendukung administrasi keuangan yang merupakan bagian dari pembukuan.

Persyaratan lama ini mau gak mau memakan tempat penyimpanan dan perawatan. Harus menyediakan lahan (aset bisa beli atau sewa - biaya). Selepas masa tenggang dokumen yang sudah tidak perlu harus dimusnahkan, karena bersifat rahasia, perlindungan data konsumen, data perusahaan. Banyaknya dokumen yang perlu dimusnahkan menjadi permasalahan baru. Tapi tenang kini Serayu Daur Nusantara hadir membantu jasa pemusnahan dokumen. Proses kerja didokumentasikan disaksikan, rahasia tetap terjaga, penanganan dengan alat yang khusus diperuntukkan mengolah limbah kertas. Cari jasa penghancuran dokumen yah Serayu Daur Nusantara. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Paperless

Proses Era Kertas Menuju Digitalisasi Pertimbangan mengurangi kertas menuju digitalisasi dapat meliputi : Mengurangi Penggunaan Kertas : Digitalisasi dapat membantu mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dokumen, laporan, dan komunikasi. Meningkatkan Efisiensi : Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dokumen dan informasi, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Mengurangi Biaya : Digitalisasi dapat mengurangi biaya yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti biaya pencetakan dan penyimpanan. Meningkatkan Aksesibilitas : Digitalisasi dapat meningkatkan aksesibilitas informasi dan dokumen, sehingga dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mengurangi Dampak Lingkungan : Digitalisasi dapat mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti deforestasi dan polusi. Paperless Namun, perlu juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti : Keamanan Data : Digitalisasi memerlukan sistem keamanan yang kuat untuk mel...

Fakta Tersembunyi Tempat Pembuangan Sampah Akhir

Gambaran Kehidupan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Konsep tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang kurang tepat dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan. Berikut beberapa contoh : Pencemaran Lingkungan : TPA yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara. Bau dan Gangguan : TPA yang tidak terurus dapat menyebabkan bau tidak sedap dan gangguan bagi masyarakat sekitar. Penyebaran Penyakit : TPA yang tidak higienis dapat menjadi tempat berkembang biak bagi vektor penyakit seperti lalat dan tikus. Kerusakan Ekosistem : TPA yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan kehilangan biodiversitas. Kondisi air tanah tercemar, jika kelak lahan diperuntukkan untuk bangunan akan sulit untuk dipadatkan.  Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan beberapa hal, seperti : Perencanaan yang Baik : Perencanaan yang baik dalam pembangunan TPA untuk memastikan bahwa TPA dirancang dengan mempertimbangkan fakt...

Penggunaan Alat Makan Sekali Pakai

Mengapa Penggunaan Alat Makan Sekali Pakai Perlu dikurangi Kesadaran mengurangi penggunaan alat makan berbahan plastik sekali pakai sangat penting, berikut karena beberapa alasan : Alat Makan Sekali Pakai Dampak Lingkungan Pencemaran lingkungan : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat menjadi sampah plastik yang mencemari lingkungan, seperti laut, sungai, dan tanah. Kerusakan ekosistem : Sampah plastik dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, seperti kematian hewan laut yang terjerat atau menelan plastik. Dampak Kesehatan Bahan kimia berbahaya : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat mengandung bahan kimia berbahaya, seperti BPA dan ftalat, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Kontaminasi makanan : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat menyebabkan kontaminasi makanan, seperti ketika plastik meleleh atau melepaskan bahan kimia ke dalam makanan. Solusi Menggunakan alat makan yang dapat digunakan kembali : Menggunakan alat makan yang dapat digunakan kembali, se...