Masa depan GenZ kok di lumpur? Itu komentar yang diterima Raka, 24 tahun, pas mutusin resign dari startup Jakarta dan pulang ke Subang. Gajinya 12 juta, tapi tiap hari ngerasa hidupnya cuma “bales email & nunggu weekend”. Sekarang? HP-nya penuh lumpur, kuku item, tapi senyumnya lebih lepas. Dia nanam melon premium di greenhouse 200 meter, jual via TikTok Live, omzet 40 juta sebulan. Dan Raka nggak sendirian. Tahun 2026, ada tren yang nggak disangka : Gen-Z rame-rame terjun ke pertanian . Bukan karena “nggak ada pilihan”, tapi karena mereka nemu 3 hal yang kantor AC nggak kasih : kendali, makna, dan panggung . Gen-Z tumbuh bareng notifikasi. Bangun tidur cek HP, kerja depan laptop, tidur ditemenin drama drakor. Pas pandemi, banyak yang ngerasain burnout digital. Tanah jadi pelarian. Bedanya sama generasi bapaknya, Gen-Z nggak nyangkul asal-asalan. Mereka bawa laptop ke saung. Sensor tanah IoT, drip irrigation , jualan pake live shopping . Bertani, tapi bahasanya t...
Assertive Communication Sungkan, sering terjadi saat kita akan merasa tidak enak saat hendak mengucapkan suatu pendapat kepada rekan kerja atau tim saat sedang meeting. Apa lagi rasa tidak enak tersebut muncul karena kosa kata kita kurang baik. Takut menyakiti perasaan orang lain atau bahkan menghakiminya secara tidak langsung. Nah, permasalahan ini pun dapat diatasi dengan baik lewat skill komunikasi asertif. Dalam kemampuan berkomunikasi dengan penuh percaya diri merupakan kebutuhan yang menjadi modal dasar setiap individu dalam organisasi, perusahaan atau bisnis di masa kini. Pencapaian target kerja individu atau organisasi secara efektif sangat mempengaruhi secara signifikan oleh kemampuan komunikasi yang penuh percaya diri dan juga sering disebut dengan komunikasi Asertif. Pada komunikasi dikenal dengan komunikasi asertif, Assertive itu sama dengan tegas dan tidak mengorbankan hak-hak pribadi dan tetap menghormati hak orang lain terutama hak untuk tidak dipermalukan. Seseorang yan...