Masa depan GenZ kok di lumpur? Itu komentar yang diterima Raka, 24 tahun, pas mutusin resign dari startup Jakarta dan pulang ke Subang. Gajinya 12 juta, tapi tiap hari ngerasa hidupnya cuma “bales email & nunggu weekend”. Sekarang? HP-nya penuh lumpur, kuku item, tapi senyumnya lebih lepas. Dia nanam melon premium di greenhouse 200 meter, jual via TikTok Live, omzet 40 juta sebulan. Dan Raka nggak sendirian. Tahun 2026, ada tren yang nggak disangka : Gen-Z rame-rame terjun ke pertanian . Bukan karena “nggak ada pilihan”, tapi karena mereka nemu 3 hal yang kantor AC nggak kasih : kendali, makna, dan panggung . Gen-Z tumbuh bareng notifikasi. Bangun tidur cek HP, kerja depan laptop, tidur ditemenin drama drakor. Pas pandemi, banyak yang ngerasain burnout digital. Tanah jadi pelarian. Bedanya sama generasi bapaknya, Gen-Z nggak nyangkul asal-asalan. Mereka bawa laptop ke saung. Sensor tanah IoT, drip irrigation , jualan pake live shopping . Bertani, tapi bahasanya t...
Mitos pasang grounding meteran PLN jadi ngaco Dalam teknik kelistrikan, Grounding atau arde pembumian adalah titik referensi dalam rangkaian listrik tempat voltase lebih atau arus bocor dibuang, atau sebagai jalur balik umum untuk arus listrik, atau koneksi fisik yang terhubung langsung ke Bumi. Meteran PLN perlu di grounding Apakah meteran PLN harus di grounding? Hari gini masih ada orang yang perdebatkan apakah perlu Grounding atau tidak. Pada meteran PLN tersedia terminal grounding, pada perangkat elektronik tersedia tiga kutub (Fasa, Netral dan Grounding). Terminal grounding disediakan tentunya ada maksud. Adanya grounding memberikan kemungkinan arus bocor bisa terbuang tersalurkan ke tanah. Sifat perpindahan arus bisa terjadi karena konduksi (sambungan konduktor), induksi, magnetik dan lain-lain. Jika kondisi ada arus bocor, kualitas audio juga tidak bagus. Arus bocor juga bahaya bagi keselamatan, dalam jangka panjang arus bocor juga merusak perlengkapan elektronik. Umumnya p...