Langsung ke konten utama

Gen-Z Sekarang Bangga Dibilang Anak Sawah

Masa depan GenZ kok di lumpur? Itu komentar yang diterima Raka, 24 tahun, pas mutusin resign dari startup Jakarta dan pulang ke Subang. Gajinya 12 juta, tapi tiap hari ngerasa hidupnya cuma “bales email & nunggu weekend”.  Sekarang? HP-nya penuh lumpur, kuku item, tapi senyumnya lebih lepas. Dia nanam melon premium di greenhouse 200 meter, jual via TikTok Live, omzet 40 juta sebulan. Dan Raka nggak sendirian. Tahun 2026, ada tren yang nggak disangka : Gen-Z rame-rame terjun ke pertanian . Bukan karena “nggak ada pilihan”, tapi karena mereka nemu 3 hal yang kantor AC nggak kasih : kendali, makna, dan panggung .  Gen-Z tumbuh bareng notifikasi. Bangun tidur cek HP, kerja depan laptop, tidur ditemenin drama drakor. Pas pandemi, banyak yang ngerasain burnout digital. Tanah jadi pelarian.  Bedanya sama generasi bapaknya, Gen-Z nggak nyangkul asal-asalan. Mereka bawa laptop ke saung. Sensor tanah IoT, drip irrigation , jualan pake live shopping . Bertani, tapi bahasanya t...

The Best Palm Kernel Expeller

Palm Kernel Expeller from Indonesia


Palm kernel expeller (PKE) is a by product of the palm oil industry that has been gaining attention in recent years for its versatility and potential use in various industries. Indonesia, as the world’s largest producer of palm oil, is also a major exporter of PKE. In this article, we will discuss the benefits and challenges of exporting PKE from Indonesia, as well as the current state of the industry. Benefits of exporting PKE from Indonesia Indonesia is a prime location for PKE production and export due to its abundant palm oil resources.

palm kernel expeller
Palm Kernel Expeller

PKE is produced through a mechanical extraction process that separates the oil from the kernel of the palm fruit. This process generates a high-quality, protein-rich byproduct that can be used in animal feed, biofuel production, and other applications. As demand for sustainable animal feed ingredients grows worldwide, PKE has become a sought-after commodity.

PKE’s high protein content, low fiber content, and low cost make it an attractive alternative to traditional animal feed ingredients such as soybean meal and corn. This has led to an increase in demand for PKE, which has translated into increased exports from Indonesia. Challenges of exporting PKE from Indonesia While there are many benefits to exporting PKE from Indonesia, there are also several challenges that must be addressed. One of the main challenges is ensuring the quality and consistency of the product.

PKE is highly susceptible to spoilage, which can lead to decreased demand and lower prices. To address this issue, exporters must ensure that the PKE is properly stored and transported to prevent spoilage. Another challenge is ensuring that the PKE is produced in an environmentally sustainable manner. Palm oil plantations have been linked to deforestation and habitat destruction, which has led to concerns about the sustainability of the industry. To address these concerns, the Indonesian government has implemented various sustainability initiatives, such as the Sustainable Palm Oil Certification System (ISPO) and the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) program, which promote sustainable palm oil production and environmental stewardship. Current state of the PKE export industry in Indonesia Despite these challenges, the PKE export industry in Indonesia is thriving.

According to data from the Indonesian Palm Oil Association (GAPKI), Indonesia exported 3.66 million tons of PKE in 2020, an increase of 9.4% from the previous year. The largest markets for Indonesian PKE are China, Vietnam, and Korea. In conclusion, the export of PKE from Indonesia offers many benefits, including its high protein content, low cost, and versatility. While there are challenges associated with exporting PKE, these can be addressed through proper storage and transportation methods, as well as sustainable production practices. With the continued growth of the global demand for sustainable animal feed ingredients, the future of the PKE export industry in Indonesia looks promising.

Amerta Coco already well known as the best palm kernel expeller and desiccated coconut supplier. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggunaan Alat Makan Sekali Pakai

Mengapa Penggunaan Alat Makan Sekali Pakai Perlu dikurangi Kesadaran mengurangi penggunaan alat makan berbahan plastik sekali pakai sangat penting, berikut karena beberapa alasan : Alat Makan Sekali Pakai Dampak Lingkungan Pencemaran lingkungan : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat menjadi sampah plastik yang mencemari lingkungan, seperti laut, sungai, dan tanah. Kerusakan ekosistem : Sampah plastik dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, seperti kematian hewan laut yang terjerat atau menelan plastik. Dampak Kesehatan Bahan kimia berbahaya : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat mengandung bahan kimia berbahaya, seperti BPA dan ftalat, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Kontaminasi makanan : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat menyebabkan kontaminasi makanan, seperti ketika plastik meleleh atau melepaskan bahan kimia ke dalam makanan. Solusi Menggunakan alat makan yang dapat digunakan kembali : Menggunakan alat makan yang dapat digunakan kembali, se...

Era Paperless

Proses Era Kertas Menuju Digitalisasi Pertimbangan mengurangi kertas menuju digitalisasi dapat meliputi : Mengurangi Penggunaan Kertas : Digitalisasi dapat membantu mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dokumen, laporan, dan komunikasi. Meningkatkan Efisiensi : Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dokumen dan informasi, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Mengurangi Biaya : Digitalisasi dapat mengurangi biaya yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti biaya pencetakan dan penyimpanan. Meningkatkan Aksesibilitas : Digitalisasi dapat meningkatkan aksesibilitas informasi dan dokumen, sehingga dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mengurangi Dampak Lingkungan : Digitalisasi dapat mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti deforestasi dan polusi. Paperless Namun, perlu juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti : Keamanan Data : Digitalisasi memerlukan sistem keamanan yang kuat untuk mel...

Pertimbangan Sewa Lighting

Pertimbangan Sewa Lighting untuk Acara Berikut beberapa pertimbangan menggunakan jasa sewa lighting.  Sewa Lighting Kelebihan Jasa Sewa Lighting Profesionalisme dan Keahlian : Jasa sewa lighting biasanya disediakan oleh tim ahli yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pencahayaan acara. Hemat Biaya : Sewa lighting dapat menghemat biaya dibandingkan membeli peralatan lighting sendiri. Pilihan Lighting yang Luas : Jasa sewa lighting menawarkan berbagai jenis lampu, seperti Par LED, Moving Head, dan Spotlight, yang dapat disesuaikan dengan tema acara. Tips Memilih Vendor Sewa Lighting Pastikan Tahu Apa yang Dibutuhkan : Sebelum mencari vendor, pastikan Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk acara Anda. Minta Testimoni : Minta testimoni atau portfolio dari beberapa event yang telah ditangani vendor tersebut. Minta Penawaran Resmi : Minta penawaran resmi dan spesifikasi barang yang disewakan. Hubungi Vendor Langsung : Hubungi vendor langsung untuk menghindari calo. Faktor yan...