Langsung ke konten utama

Automasi Pemasaran Digital UMKM

Automasi Digital Marketing vs Manual: UMKM Mau Capek atau Mau Cuan? Bayangin gini: Owner A bangun jam 6 pagi, balas 80 chat WA, posting IG, atur iklan, cek stok, terus lembur sampai jam 11 malam. Owner B bangun jam 8, ngopi, cek dashboard. Chat udah dibales bot, iklan udah jalan sendiri, laporan penjualan udah masuk email. Bedanya? Owner B udah pake Automasi Digital Marketing . Banyak UMKM mikir “otomatisasi itu buat brand gede doang”. Padahal sekarang, nggak otomatisasi = kamu yang kerja paling keras tapi hasilnya paling dikit. Perbedaan Automasi vs Manual : Tebak Sendiri vs Dikerjain Sistem Balas Chat : Ngetik satu-satu. Telat 5 menit = customer kabur. Sedangkan Chatbot AI bales 24/7 dalam 3 detik. Posting Konten : Inget-inget, bikin pas ada waktu. Sedangkan AI Dijadwal otomatis, jam terbaik udah diitung AI. Iklan : Boosting asal. Bujet habis, nggak tau kemana. Lalu kalau AI atur target, matiin iklan yang boncos, naikin yang closing. Follow Up : Lupa. Karena kebanyakan kerjaa...

Salah Kaprah Massal Kebijakan Kantong Plastik

Salah Kaprah Massal Kebijakan Kantong Plastik


Kantong Plastik muncul pertama kali pada masa lampau sebagai pengganti pemakaian paper bag atau pun kantong kain. Dengan pertimbangan biaya pada masa itu belum ada HTI (Hutan Tanaman Industri), tidak ada penanaman khusus buat produksi, sehingga bahan baku terus menipis.

salah kaprah kebijakan kantong plastik
Serayu Daur Nusantara

Plastik terus berevolusi, seperti sekitar tahun 2006 di Taiwan telah menggunakan kantong plastik yang bisa terurai sendiri di tanah (biodegradable). Plastik limbah akan cepat terurai oleh microba karena di buat dari bahan polimer di campur dengan bahan alami seperti dari jagung. Juga ada kebijakan denda jika buang sampah sembarangan. Dimaksudkan agar pengguna yang tidak bijak buang sampah sembarangan kapok dan yang lolos terbuang juga tidak terlalu lama terurai.

Yang masih terjadi di Indonesia adalah kampanye larangan kantong plastik. Propaganda kuat dari pemegang kebijakan dan Lembaga Pecinta Alam. Di beberapa minimarket supermarket telah dihilangkan, beberapa masih ada tapi berbayar.

Pada jalan raya umumnya telah di sediakan bak sampah yang telah dikhususkan untuk jenis limbah yang berbeda-beda. Misal bak sampah yang bisa terurai, bak sampah botol kaleng dan bak sampah limbah berbahaya. Tujuannya betul, tapi manajemen limbahnya Nol besar. Truk kebersihan akan tumplek jadi satu yang telah dipisahkan oleh masyarakat. Entah siapa yang salah. Lalu di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) akan disortir manual oleh pemulung, sisanya menumpuk menjadi polusi kemudian cari lahan baru buat TPA.

Yang salah bukan plastik-nya tetapi manajemen limbah kita. Selain kantong plastik di sekitar kehidupan kita banyak peralatan yang dari plastik, seperti toples, kosmetik, alat medis, sikat gigi dan sebagainya. Jika di sungai / kali kita lihat ada kasur mengapung, apakah yang salah kasur, dilarang pemakaian kasur? Yang salah adalah kesadaran kita membuang sampah pada tempatnya. Juga salah mengolah limbah yang telah dipisahkan dengan serius. Bak yang telah dipisahkan seharusnya saat di angkut ke truk kebersihan juga sediakan pemisah tiap jenis limbah tersebut. Yang bisa terurai disalurkan ke TPA. Yang tidak bisa terurai namun bisa di daur ulang seperti plastik, kaleng, botol kaca dan sebagainya disalurkan secara tepat. Juga limbah berbahaya seperti baterai atau limbah medis dan sebagainya di lakukan pemusnahan atau penampungan untuk di treatment dahulu agar layak / aman bagi lingkungan.

Sudah tahun 2023, Semua sadar dan tahu tapi berkali-kali ganti Gubernur dan pejabat lainnya tidak ada yang gerak. Yang ada hanya larangan penggunaan plastik, tapi pengolahan masih belum tepat.

Limbah tidak akan pernah habis, terus meningkat. Baik dari rumah tangga, industri dan sebagainya. Untuk perkantoran juga memiliki limbah, bentuknya lebih ke dokumen, seperti arsip, kwitansi, penawaran dan sebagainya. Limbah yang sifatnya bisa di daur ulang namun memiliki sifat kerahasiaan. Mengingat perlunya perlindungan data perusahaan juga perlindungan data konsumen, maka pelaksanaan pemusnahan arsip harus dilakukan juga secara tepat. Salah satu rekomendasi jasa penghancuran dokumen terbaik adalah Serayu Daur Nusantara. Pengolahan dilengkapi alat yang tepat, juga tentunya didokumentasikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Tersembunyi Tempat Pembuangan Sampah Akhir

Gambaran Kehidupan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Konsep tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang kurang tepat dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan. Berikut beberapa contoh : Pencemaran Lingkungan : TPA yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara. Bau dan Gangguan : TPA yang tidak terurus dapat menyebabkan bau tidak sedap dan gangguan bagi masyarakat sekitar. Penyebaran Penyakit : TPA yang tidak higienis dapat menjadi tempat berkembang biak bagi vektor penyakit seperti lalat dan tikus. Kerusakan Ekosistem : TPA yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan kehilangan biodiversitas. Kondisi air tanah tercemar, jika kelak lahan diperuntukkan untuk bangunan akan sulit untuk dipadatkan.  Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan beberapa hal, seperti : Perencanaan yang Baik : Perencanaan yang baik dalam pembangunan TPA untuk memastikan bahwa TPA dirancang dengan mempertimbangkan fakt...

Era Paperless

Proses Era Kertas Menuju Digitalisasi Pertimbangan mengurangi kertas menuju digitalisasi dapat meliputi : Mengurangi Penggunaan Kertas : Digitalisasi dapat membantu mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dokumen, laporan, dan komunikasi. Meningkatkan Efisiensi : Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dokumen dan informasi, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Mengurangi Biaya : Digitalisasi dapat mengurangi biaya yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti biaya pencetakan dan penyimpanan. Meningkatkan Aksesibilitas : Digitalisasi dapat meningkatkan aksesibilitas informasi dan dokumen, sehingga dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mengurangi Dampak Lingkungan : Digitalisasi dapat mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti deforestasi dan polusi. Paperless Namun, perlu juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti : Keamanan Data : Digitalisasi memerlukan sistem keamanan yang kuat untuk mel...

Pengelolaan Sampah yang Tepat

Bagaimana Pengelolaan Sampah yang Tepat?  Pengelolaan sampah adalah proses pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan sampah dengan cara yang efektif dan efisien untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Pengelolaan Sampah Tujuan Pengelolaan Sampah Mengurangi volume sampah Mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan manusia Menghemat sumber daya alam Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik Metode Pengelolaan Sampah Pengumpulan sampah Pengangkutan sampah Pengolahan sampah (daur ulang, pengomposan, pembakaran) Pembuangan sampah (tempat pembuangan akhir) Manfaat Pengelolaan Sampah Mengurangi polusi lingkungan Menghemat sumber daya alam Meningkatkan kesehatan masyarakat Mengurangi biaya pengelolaan sampah Tantangan Pengelolaan Sampah Peningkatan volume sampah Kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah Biay...