Langsung ke konten utama

Recommended Best Organic Spices Supplier

Amerta Spices - Best Organic Spices Supplier in Indonesia Amerta Spices are under PT. Amerta Agro Indonesia. Affordable spice products in Jakarta by Amerta Spices as the best supplier of spices from Indonesia. Driven by the growing market and increasing demand for spices worldwide, As we grow, we expand our business to Spice Manufacturing. Today we are a distributor of a leading producer of spices based in Indonesia, especially clove products, black pepper, white pepper and betel nuts products which we distribute both domestically and abroad. Amerta Spices With the increasing local and foreign demand for spices, Amerta Spices strives to provide high quality spice products from Indonesia at competitive prices together with continuous development for sustainable and efficient manufacturing practices. Protecting local farmers is also an important part of our success. Creating a safe and healthy environment is essential to look after our local team and improve their own well-being and qual

Rekomendasi Mengunjungi Masjid Tua Patimburak

Masjid Tua Patimburak : Sejarah Masjid Berusia 200 Tahun


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, terutama di belahan barat. Namun, jejak Islam juga ada di sisi timur Indonesia. Salah satunya adalah Masjid Tua Patimburak yang terletak di Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Masjid Patimburak
West Papua Diary

Sebagian besar warga setempat percaya bahwa Patimburak adalah masjid tertua di Papua. Ini mungkin salah satu dari sedikit jejak Islamisasi di Papua Barat yang masih ada sampai sekarang. Maka tak heran banyak orang yang penasaran dengannya. Berikut sejarah Masjid Patimburak yang perlu Anda ketahui.

Kisah Dibalik Masjid Patimburak
Jika kita berbicara tentang agama mayoritas di tanah Papua, maka Islam adalah minoritas. Namun, jika kita berbicara tentang FakFak secara khusus, maka Islam adalah agama mayoritas di sini. Salah satu tempat pertama Islamisasi di Papua adalah di Fakfak. Jadi, tidak heran ada jejak-jejak Islam.

Yang paling populer mungkin adalah masjid tua yang ada di Desa Patimburak. Warga sekitar yang tinggal di Patimburak juga mengenal tempat ini sebagai Masjid Al Yasin. Ini mungkin masjid tertua yang didirikan di Fakfak. Tidak hanya di Fakfak tetapi di seluruh tanah Papua secara keseluruhan.

Bahkan, tidak ada catatan yang menunjukkan kapan masjid ini dibangun. Namun, banyak sejarawan percaya bahwa masjid ini didirikan pada abad ke-19. Tepatnya pada tahun 1870. Pendirinya adalah Abuhari Kilian, seorang imam.

Keunikan Masjid Patimburak
Berbeda dengan masjid lain di Fakfak, Masjid Patimburak terbilang unik. Arsitekturnya akan mengingatkan Anda pada sebuah gereja tua di Eropa. Tapi, tetap berpegang pada sentuhan lokal orang Papua. Warna masjidnya juga menarik. Ini adalah dominasi ornamen hijau dan putih dan merah dan kuning.

Anda bisa leluasa mengunjungi masjid ini untuk wisata religi. Di tempat ini, Anda bisa merasakan bagaimana kehidupan komunitas Muslim di Fakfak. Menarik karena Anda juga bisa menikmati wisata budaya. Ada beberapa orang lokal di sini, dan Anda jelas dapat berinteraksi dengan mereka.

Selain itu, Masjid Patimburak masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Jadi, Anda juga bisa salat di dalam masjid tua ini saat mengunjunginya.

Rekonstruksi Masjid Patimburak
Seperti yang Anda ketahui, usia Masjid Patimburak sekitar dua abad. Namun, masjid ini pernah mengalami rekonstruksi sebelumnya karena terkena bom. Itu terjadi pada masa penjajahan Jepang. Namun, bukan berarti Masjid Patimburak tidak bersejarah.

Hingga saat ini Masjid Patimburak masih menjadi salah satu masjid di Papua Barat yang wajib Anda kunjungi. Tepatnya, bagi mereka yang menyukai wisata sejarah, budaya, dan religi. Maka, masjid tua ini menjadi objek wisata yang sangat cocok untuk Anda.

Cara Menuju Masjid Patimbrak
Bagi yang berada di luar pulau Papua, perjalanan menuju masjid tua ini memang agak lama. Anda bisa datang melalui Bandara Domine Eduard Osok di Sorong untuk jalur udara. Pasalnya, penerbangan langsung ke Fakfak sangat terbatas, setidaknya hingga Bandara Siboru diresmikan.

Kemudian dari Sorong, Anda bisa menuju Fakfak melalui jalur udara atau air. Setelah itu, dari Fakfak, Anda masih harus menuju Kecamatan Kokas melalui jalur darat. Kemudian, dari Kokas, Anda bisa menuju Patimburak dengan menggunakan long boat.

Meski perjalanan yang harus Anda tempuh menuju Masjid Tua Patimbrak cukup panjang, namun worth it. Ini karena Anda bisa menikmati tiga hal sekaligus. Baik wisata religi, budaya, maupun sejarah. Berbagai makanan tradisional juga bisa Anda cicipi di Desa Patimburak.


Sumber : West Papua Diary 

#westpapuadiary #westpapua #westpapuaflag #indonesiawestpapua #freewestpapua #westpapuapeople

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Recommended West Papua Robusta Coffee

West Papua Robusta Coffee You Should Know Coffee is one of the main commodities for the agricultural sector in West Papua. Supported by the geographical conditions, rich fertility soil of mountain ranges, the quality of the coffee produced is unquestionable.  Dating back to the beginning of the 20th century, the coffee plantations were implemented in West Papua due to the influence of evangelists’ arrival. Since then, the plantation pattern has been developed and become the famous Papua Coffee Plantation.  West Papua Diary Arabica Coffee from West Papua is famous and even got the title as one of the best coffees in Indonesia, along with celebes’ Toraja, Aceh’s Gayo, West Java’s Malabar and Nusa Tenggara’s Flores. While West Papua has wonderful varieties of Arabica Coffee, they also have abundant Robusta Coffee varieties.  Robusta Coffee in West Papua is grown with a semi-forest grown technique (agroforestry). However, West Papuan Robusta Coffees generally grow naturally without much tr

Rekomendasi Pengacara Jakarta - HDP Lawyer

Himawan Dwiatmodjo dan Rekan - Pengacara Jakarta Terbaik Kantor Hukum “Himawan Dwiatmodjo, S.H., LL.M. & Partners” (HDPLawyer) adalah kantor advokat dan konsultan hukum yang berbasis pada keahlian, terdiri dari advokat / pengacara dan konsultan hukum yang mempunyai keahlian sebagai praktisi hukum baik di bidang hukum perdata, hukum pidana, dan lainnya. HDP Lawyer Komitmen Kami Partisipasi dalam penegakan hukum dan keadilan di Indonesia ; Tujuan utama penegakan hukum adalah untuk mewujudkan adanya rasa keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dalam masyarakat. Dalam proses tersebut, maka harus mencerminkan aspek kepastian dan ketertiban hukum. Penyelesaian dengan cara yang baik ; Kami membantu para pencari keadilan dengan cara yang baik dalam memperjuangkan hak-hak hukum sesuai dengan norma agama, etika kebiasaan dan hukum yang berlaku. Kami memperjuangkan setiap permasalahan hukum secara profesional dan proporsional. Kami juga menawarkan opsi-opsi penyelesaian perkara hukum, sehi

Recommended Extreme Food From West Papua

Recommended Extreme Food From West Papua West Papua is an Indonesian province that is home to a variety of extreme foods. One of the most interesting (and disgusting) is the Papuan Ant’s Nest. This dish is made from the nests of red ants, which are collected from the rainforest floor. West Papua Story The nests are then boiled in water and served with rice. While it may not look appetizing, this dish is considered a delicacy in West Papua. Understanding the Papuan Ant’s Nest The Papuan ant’s nest is a dish made from the nests of red ants, which are collected from the rainforest floor. The nests are then boiled in water and served with rice. While it may not look appetizing, this dish is considered a delicacy in West Papua. There are many different cultures on West Papua, and the dish is just one example of the extreme foods that can be found there. For some, eating insects is a way to show off their bravery and machismo. Others see it as a way to connect with nature. And for some, it’s