Langsung ke konten utama

Rekomendasi Ide Acara 17an

Lomba dan Panggung Hiburan Bikin Kemeriahan Makin Pecah 17 Agustus sebentar lagi. Tahun 2026 ini Indonesia merayakan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 . Usia 81 tahun bukan waktu sebentar. Ini momentum buat kita mengenang perjuangan pahlawan, sekaligus merayakan persatuan dengan cara yang paling Indonesia banget: lomba rakyat dan panggung hiburan. Tema resmi biasanya diumumkan pemerintah beberapa bulan sebelum Agustus. Tapi esensinya tetap sama: bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, dan maju bersama . Nah, biar perayaan nggak cuma upacara bendera, dua hal ini wajib ada: lomba 17-an dan panggung hiburan. Makna Tema Dirgahayu RI ke-81 Memasuki usia 81 tahun, tema kemerdekaan biasanya mengangkat semangat gotong royong, inovasi, dan ketahanan bangsa. Tujuannya mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan cuma berhenti di 1945. Tapi harus terus diisi dengan kerja nyata, toleransi, dan semangat membangun dari desa sampai kota. Perayaan dengan lomba dan hiburan jadi cara paling efektif m...

Rekomendasi Tools Analytics Shopee

Tools Analytics yang Ngasih Jawaban, Bukan Grafik Doang


Buka Seller Centre. Ada Business Insights, Data Compass, Iklan Shopee. Angka semua. Grafik naik-turun. Conversion rate 4.2%, traffic 12 ribu, ROAS 5.8. Keliatan keren.

Tapi pas tutup toko, owner nanya: “Jadi bulan ini untung berapa? Budget iklan 20 juta itu nyumbang berapa closing? CS yang mana yang paling bikin boncos?”

Langsung buka Excel. Export 4 file. Vlookup. Sumif. 2 jam kemudian masih debat.

Masalahnya, tools analytics bawaan Shopee itu hebat buat ngasih tau apa yang terjadi di toko. Tapi dia nggak nyambung sama apa yang dilakuin tim kamu. Padahal 80% closing di Shopee produk 500rb ke atas itu kejadian di chat, di WA, di follow up.

Di gap inilah seller 2026 mulai pake “tools pihak ketiga” biar nggak jualan sambil meraba. Salah satu yang sering dibahas komunitas karena pendekatannya beda: Salesmetrix.

Salesmetrix Bukan “BigSeller Versi Lain”. Dia Ngitung Manusia, Bukan Resi

Pertama, clear-in dulu. Kalau kamu cari tools buat auto-sync stok 3 toko atau print resi 500 pcs, Salesmetrix bukan itu. Ginee, Jubelio, BigSeller yang pegang area sana.

Salesmetrix, sesuai yang ditulis di https://salesmetrix.id, posisinya adalah platform untuk ngukur & ningkatin kinerja tim sales.

Lah, emang seller Shopee punya “tim sales”? Punya. Namanya tim CS, admin WA, host live, closer. Mereka yang handle 100 chat jadi 20 closing. Dan performa mereka nggak ke-track di Shopee.

Kutipan yang relate banget di website Salesmetrix :


“Nggak tau follow up yang mana yang bikin deal jadi. Nggak tau sales mana yang paling produktif.”

Nah, tools analytics ini ngisi kekosongan itu. Dia nggak nganalisis Shopee. Dia nganalisis aktivitas tim kamu yang dapet traffic dari Shopee.


tools analytics shopee
Tools Analytics Shopee

Terus, Gimana Cara Pakainya Buat “Ngulitin” Data Shopee?

Bayangin gini. Traffic dari Shopee Ads & Shopee Live kamu lempar ke WA biar closing lebih enak. Di Seller Centre, journey-nya putus. Di Salesmetrix, journey-nya disambung.

Bikin “Kacamata” Buat Liat Sumber Cuan

Setiap lead yang masuk dari Shopee, tim kamu input ke Salesmetrix jadi 1 deal. Kasih tag: “Shopee Ads - Kemeja”, “Shopee Live 10.10”, “Shopee Video”.

Akhir bulan, buka dashboard. Langsung kebaca: Channel Shopee Live habisin budget 3jt, tapi hasilin deal won 75jt. Channel Shopee Ads habis 8jt, won cuma 22jt.

Ini data yang nggak bakal keluar dari Seller Centre. Karena Seller Centre nggak tau closing di WA. Ini yang dimaksud Salesmetrix sebagai “bikin kinerja terukur, bukan kira-kira”.

Bongkar Performa Tim CS, Bukan Cuma Response Rate

Shopee bangga sama Chat Response Rate 95%. Tapi fast responseclosing.

Di Salesmetrix, semua aktivitas dicatat: berapa kali follow up, berapa kali call, berapa lama handle 1 deal. Sistemnya ngasih skor.

Jadi kamu bisa bikin analytics versi manusia: “CS Rina response 5 menit, tapi closing rate 45% karena rajin follow up H+3. CS Doni response 1 menit, closing 15% karena abis jawab ‘ready kak’ ilang.”

Kamu jadi tau siapa yang butuh training closing, bukan cuma training ngetik cepet.

Lacak “Bocor Halus” yang Bikin Rugi

Analitik paling mahal itu yang nunjukin duit yang nggak jadi masuk.

Contoh : 1 bulan ada 400 deal masuk pipeline dari Shopee. Yang won cuma 120. Hilang 280 deal. Kenapa? Buka laporan Salesmetrix: 150 deal statusnya “Lost - Kemahalan”, 80 “Lost - Nggak Dibales Follow Up”, 50 “Lost - Pindah ke Kompetitor”.

Nah, ini insight. Bulan depan kamu tau: bikin bundling biar nggak “kemahalan”, bikin SOP follow up wajib H+1. Ini yang disebut Salesmetrix sebagai ngubah data jadi aksi.

Jadi, Ini Cocok Buat Seller Kayak Apa?

Kalau toko kamu masih di bawah 50 order/hari dan semua checkout langsung, pake Seller Centre aja cukup. Kebanyakan tools malah pusing.

Salesmetrix baru jadi game changer kalau

Omzet 50jt/bulan ke atas dan channel udah nyebar: Shopee, Toko, WA.
Produk butuh konsultasi: gadget, skincare, furniture, kelas 2jt-an. Ada proses selling.
Udah punya tim min. 2 orang. Karena yang dianalisis itu kerjaan tim.

Analytics Itu Bukan Buat Gaya-gayaan, Tapi Buat Nggak Rugi Diam-diam

Tools analytics Shopee itu bagus. Tapi dia cuma kasih setengah gambar. Setengahnya lagi ada di kepala CS kamu, di history WA, di follow up yang lupa.

Salesmetrix masuk buat nyambungin dua dunia itu. Biar kamu nggak cuma tau “iklan boncos”, tapi tau “boncos karena CS-nya nggak follow up”.

Karena di 2026, seller yang scale itu bukan yang paling rame live-nya. Tapi yang paling paham angka di balik rame itu.

Udah nggak zaman nanya “gimana bulan ini?” dijawab “kayaknya bagus, Kak”. Harus bisa jawab: “Bagus. Net profit 18%, disumbang 60% dari closing tim CS via WA.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gen-Z Sekarang Bangga Dibilang Anak Sawah

Masa depan GenZ kok di lumpur? Itu komentar yang diterima Raka, 24 tahun, pas mutusin resign dari startup Jakarta dan pulang ke Subang. Gajinya 12 juta, tapi tiap hari ngerasa hidupnya cuma “bales email & nunggu weekend”.  Sekarang? HP-nya penuh lumpur, kuku item, tapi senyumnya lebih lepas. Dia nanam melon premium di greenhouse 200 meter, jual via TikTok Live, omzet 40 juta sebulan. Dan Raka nggak sendirian. Tahun 2026, ada tren yang nggak disangka : Gen-Z rame-rame terjun ke pertanian . Bukan karena “nggak ada pilihan”, tapi karena mereka nemu 3 hal yang kantor AC nggak kasih : kendali, makna, dan panggung .  Gen-Z tumbuh bareng notifikasi. Bangun tidur cek HP, kerja depan laptop, tidur ditemenin drama drakor. Pas pandemi, banyak yang ngerasain burnout digital. Tanah jadi pelarian.  Bedanya sama generasi bapaknya, Gen-Z nggak nyangkul asal-asalan. Mereka bawa laptop ke saung. Sensor tanah IoT, drip irrigation , jualan pake live shopping . Bertani, tapi bahasanya t...

Apa dan Mengapa Plastik Multilayer

Penggunaan dan Tantangan Plastik Multilayer Plastik multilayer adalah jenis plastik yang terdiri dari beberapa lapisan material yang berbeda, dirancang untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan fungsionalitas produk. Plastik ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk kemasan makanan, minuman, dan produk konsumen lainnya. Penggunaan Plastik Multilayer Kemasan Makanan : Plastik multilayer digunakan dalam kemasan makanan untuk menjaga kesegaran dan keamanan produk. Kemasan Minuman : Botol plastik multilayer digunakan untuk mengemas minuman, seperti air, jus, dan susu. Produk Konsumen : Plastik multilayer juga digunakan dalam produk konsumen lainnya, seperti kantong plastik, wadah, dan label. Plastik Multilayer pada Kemasan Cemilan Tantangan dalam Daur Ulang Plastik Multilayer Kompleksitas Struktur : Plastik multilayer memiliki struktur yang kompleks, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan didaur ulang. Bahan yang Berbeda : Plastik multilayer terdiri dari beberapa jenis b...

Jasa Buat Toko Online dari Shopee

Pindah Shopee ke Webstore Sendiri Tanpa Ribet Shopee Bikin Laris, Tapi Keuntungan Sering Kesedot Komisi Buka toko di Shopee emang gampang. Daftar 10 menit, upload produk, tunggu pesanan masuk. Banyak seller yang omzetnya naik cepat karena trafik Shopee udah besar. Masalahnya muncul pas udah stabil. Komisi 5-8% per transaksi, biaya iklan yang makin naik, plus aturan promosi yang berubah tiap bulan. Kamu yang packing, balas chat, urus retur. Tapi data customer? Tetap milik Shopee. Kalau omzet udah di atas 50 juta per bulan, angka komisi itu kerasa banget. Makanya banyak seller mulai cari jasa buat toko online dari Shopee . Tujuannya simpel: pindah ke webstore sendiri biar margin naik, tanpa harus mulai dari nol. Kenapa Banyak Seller Pilih Pakai Jasa Daripada Bikin Sendiri Bikin website sendiri kedengerannya gampang sampai kamu ketemu kata “hosting”, “domain”, “payment gateway”, “SSL”. Belum lagi desain halaman produk yang harusnya jualan, bukan cuma cantik. Seller Shopee biasanya nggak ...