Langsung ke konten utama

Automasi Pemasaran Digital UMKM

Automasi Digital Marketing vs Manual: UMKM Mau Capek atau Mau Cuan? Bayangin gini: Owner A bangun jam 6 pagi, balas 80 chat WA, posting IG, atur iklan, cek stok, terus lembur sampai jam 11 malam. Owner B bangun jam 8, ngopi, cek dashboard. Chat udah dibales bot, iklan udah jalan sendiri, laporan penjualan udah masuk email. Bedanya? Owner B udah pake Automasi Digital Marketing . Banyak UMKM mikir “otomatisasi itu buat brand gede doang”. Padahal sekarang, nggak otomatisasi = kamu yang kerja paling keras tapi hasilnya paling dikit. Perbedaan Automasi vs Manual : Tebak Sendiri vs Dikerjain Sistem Balas Chat : Ngetik satu-satu. Telat 5 menit = customer kabur. Sedangkan Chatbot AI bales 24/7 dalam 3 detik. Posting Konten : Inget-inget, bikin pas ada waktu. Sedangkan AI Dijadwal otomatis, jam terbaik udah diitung AI. Iklan : Boosting asal. Bujet habis, nggak tau kemana. Lalu kalau AI atur target, matiin iklan yang boncos, naikin yang closing. Follow Up : Lupa. Karena kebanyakan kerjaa...

Rekomendasi Waktu Penyimpanan Arsip Perusahaan

Lama Penyimpanan Dokumen di Perusahaan


Retensi Arsip adalah jangka waktu penyimpanan yang wajib dilakukan terhadap suatu Jenis Arsip. Sedangkan, Jadwal Retensi Arsip (JRA) adalah daftar yang berisi paling sedikit tentang jangka waktu penyimpanan atau retensi, jenis Arsip, dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penetapan suatu jenis Arsip dimusnahkan atau dipermanenkan yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan dan penyelamatan Arsip.

Jasa penghancuran dokumen
Jasa Pemusnahan Dokumen

Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 53 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah menetapkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jadwal Retensi Arsip Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Jadwal Retensi Arsip terdiri atas 2 (dua) jenis arsip, yaitu:

  • Arsip Fasilitatif, yaitu Arsip yang berkaitan bidang fasilitatif meliputi kepegawaian, keuangan, perencanaan, hukum, organisasi dan tata laksana, persuratan dan kearsipan, ketatausahaan, dan kerumahtanggaan, perlengkapan, kehumasan, penelitian, pengkajian, dan pengembangan, perpustakaan, teknologi informasi dan pengawasan.
  • Arsip Subtantif, yaitu Arsip yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meliputi Arsip koordinasi kedaulatan maritim dan energi, sumber daya maritim, infrastruktur dan transportasi, pengelolaan lingkungan dan kehutanan, pariwisata dan ekonomi kreatif serta investasi dan pertambangan. 

Retensi Arsip atau jangka waktu simpan Jenis Arsip dimulai setelah kegiatan dinyatakan selesai yang ditentukan dengan beberapa pernyataan.

Penentuan Retensi Arsip dilakukan berdasarkan pertimbangan Nilai Guna Arsip didasarkan pada akumulasi Retensi Arsip Aktif dan Inaktif dengan 3 (tiga) pola, yaitu:

  • 2 (dua) tahun untuk Arsip yang memiliki nilai guna administrasi;
  • 5 (lima) tahun untuk nilai guna hukum, ilmiah, dan teknologi; atau
  • 10 (sepuluh) tahun untuk Arsip yang memiliki nilai pertanggungjawaban keuangan, catatan keuangan, bukti pembukuan, dan data pendukung administrasi keuangan yang merupakan bagian dari pembukuan.

Persyaratan lama ini mau gak mau memakan tempat penyimpanan dan perawatan. Harus menyediakan lahan (aset bisa beli atau sewa - biaya). Selepas masa tenggang dokumen yang sudah tidak perlu harus dimusnahkan, karena bersifat rahasia, perlindungan data konsumen, data perusahaan. Banyaknya dokumen yang perlu dimusnahkan menjadi permasalahan baru. Tapi tenang kini Serayu Daur Nusantara hadir membantu jasa pemusnahan dokumen. Proses kerja didokumentasikan disaksikan, rahasia tetap terjaga, penanganan dengan alat yang khusus diperuntukkan mengolah limbah kertas. Cari jasa penghancuran dokumen yah Serayu Daur Nusantara. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Tersembunyi Tempat Pembuangan Sampah Akhir

Gambaran Kehidupan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Konsep tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang kurang tepat dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan. Berikut beberapa contoh : Pencemaran Lingkungan : TPA yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara. Bau dan Gangguan : TPA yang tidak terurus dapat menyebabkan bau tidak sedap dan gangguan bagi masyarakat sekitar. Penyebaran Penyakit : TPA yang tidak higienis dapat menjadi tempat berkembang biak bagi vektor penyakit seperti lalat dan tikus. Kerusakan Ekosistem : TPA yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan kehilangan biodiversitas. Kondisi air tanah tercemar, jika kelak lahan diperuntukkan untuk bangunan akan sulit untuk dipadatkan.  Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan beberapa hal, seperti : Perencanaan yang Baik : Perencanaan yang baik dalam pembangunan TPA untuk memastikan bahwa TPA dirancang dengan mempertimbangkan fakt...

Era Paperless

Proses Era Kertas Menuju Digitalisasi Pertimbangan mengurangi kertas menuju digitalisasi dapat meliputi : Mengurangi Penggunaan Kertas : Digitalisasi dapat membantu mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dokumen, laporan, dan komunikasi. Meningkatkan Efisiensi : Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dokumen dan informasi, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Mengurangi Biaya : Digitalisasi dapat mengurangi biaya yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti biaya pencetakan dan penyimpanan. Meningkatkan Aksesibilitas : Digitalisasi dapat meningkatkan aksesibilitas informasi dan dokumen, sehingga dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mengurangi Dampak Lingkungan : Digitalisasi dapat mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti deforestasi dan polusi. Paperless Namun, perlu juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti : Keamanan Data : Digitalisasi memerlukan sistem keamanan yang kuat untuk mel...

Pengelolaan Sampah yang Tepat

Bagaimana Pengelolaan Sampah yang Tepat?  Pengelolaan sampah adalah proses pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan sampah dengan cara yang efektif dan efisien untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Pengelolaan Sampah Tujuan Pengelolaan Sampah Mengurangi volume sampah Mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan manusia Menghemat sumber daya alam Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik Metode Pengelolaan Sampah Pengumpulan sampah Pengangkutan sampah Pengolahan sampah (daur ulang, pengomposan, pembakaran) Pembuangan sampah (tempat pembuangan akhir) Manfaat Pengelolaan Sampah Mengurangi polusi lingkungan Menghemat sumber daya alam Meningkatkan kesehatan masyarakat Mengurangi biaya pengelolaan sampah Tantangan Pengelolaan Sampah Peningkatan volume sampah Kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah Biay...