Langsung ke konten utama

Buka Ruang Diskusi Memahami Isi Buku

Kenapa Seminar Pendidikan Tentang  Bedah Buku Penting Membaca Itu Penting, Tapi Memahami Bersama Itu Lebih Kuat Di era konten pendek, buku setebal 200 halaman sering dianggap terlalu berat. Banyak yang beli, sedikit yang baca sampai selesai. Padahal ide bagus di dalam buku bisa jadi percuma kalau nggak pernah didiskusikan. Di sinilah seminar pendidikan dengan format bedah buku punya peran. Bukan cuma acara baca kutipan, tapi ruang buat membongkar ide, mengaitkannya dengan realita, dan mendengarkan sudut pandang orang lain. Acara ini penting karena buku bagus nggak seharusnya berhenti di rak. Ia harus hidup di ruang diskusi. Membedah Buku Bikin Isi Jadi Mudah Dicerna Buku akademis atau non-fiksi sering ditulis dengan bahasa berat dan struktur yang padat. Banyak orang berhenti di bab 2 bukan karena malas, tapi karena bingung harus mulai ngerti dari mana. Melalui seminar bedah buku, pembicara yang sudah membaca mendalam bisa jadi “penerjemah”. Ia menjelaskan kerangka besar, poin pen...

Rekomendasi Mengunjungi Masjid Tua Patimburak

Masjid Tua Patimburak : Sejarah Masjid Berusia 200 Tahun


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, terutama di belahan barat. Namun, jejak Islam juga ada di sisi timur Indonesia. Salah satunya adalah Masjid Tua Patimburak yang terletak di Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Masjid Patimburak
West Papua Diary

Sebagian besar warga setempat percaya bahwa Patimburak adalah masjid tertua di Papua. Ini mungkin salah satu dari sedikit jejak Islamisasi di Papua Barat yang masih ada sampai sekarang. Maka tak heran banyak orang yang penasaran dengannya. Berikut sejarah Masjid Patimburak yang perlu Anda ketahui.

Kisah Dibalik Masjid Patimburak
Jika kita berbicara tentang agama mayoritas di tanah Papua, maka Islam adalah minoritas. Namun, jika kita berbicara tentang FakFak secara khusus, maka Islam adalah agama mayoritas di sini. Salah satu tempat pertama Islamisasi di Papua adalah di Fakfak. Jadi, tidak heran ada jejak-jejak Islam.

Yang paling populer mungkin adalah masjid tua yang ada di Desa Patimburak. Warga sekitar yang tinggal di Patimburak juga mengenal tempat ini sebagai Masjid Al Yasin. Ini mungkin masjid tertua yang didirikan di Fakfak. Tidak hanya di Fakfak tetapi di seluruh tanah Papua secara keseluruhan.

Bahkan, tidak ada catatan yang menunjukkan kapan masjid ini dibangun. Namun, banyak sejarawan percaya bahwa masjid ini didirikan pada abad ke-19. Tepatnya pada tahun 1870. Pendirinya adalah Abuhari Kilian, seorang imam.

Keunikan Masjid Patimburak
Berbeda dengan masjid lain di Fakfak, Masjid Patimburak terbilang unik. Arsitekturnya akan mengingatkan Anda pada sebuah gereja tua di Eropa. Tapi, tetap berpegang pada sentuhan lokal orang Papua. Warna masjidnya juga menarik. Ini adalah dominasi ornamen hijau dan putih dan merah dan kuning.

Anda bisa leluasa mengunjungi masjid ini untuk wisata religi. Di tempat ini, Anda bisa merasakan bagaimana kehidupan komunitas Muslim di Fakfak. Menarik karena Anda juga bisa menikmati wisata budaya. Ada beberapa orang lokal di sini, dan Anda jelas dapat berinteraksi dengan mereka.

Selain itu, Masjid Patimburak masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Jadi, Anda juga bisa salat di dalam masjid tua ini saat mengunjunginya.

Rekonstruksi Masjid Patimburak
Seperti yang Anda ketahui, usia Masjid Patimburak sekitar dua abad. Namun, masjid ini pernah mengalami rekonstruksi sebelumnya karena terkena bom. Itu terjadi pada masa penjajahan Jepang. Namun, bukan berarti Masjid Patimburak tidak bersejarah.

Hingga saat ini Masjid Patimburak masih menjadi salah satu masjid di Papua Barat yang wajib Anda kunjungi. Tepatnya, bagi mereka yang menyukai wisata sejarah, budaya, dan religi. Maka, masjid tua ini menjadi objek wisata yang sangat cocok untuk Anda.

Cara Menuju Masjid Patimbrak
Bagi yang berada di luar pulau Papua, perjalanan menuju masjid tua ini memang agak lama. Anda bisa datang melalui Bandara Domine Eduard Osok di Sorong untuk jalur udara. Pasalnya, penerbangan langsung ke Fakfak sangat terbatas, setidaknya hingga Bandara Siboru diresmikan.

Kemudian dari Sorong, Anda bisa menuju Fakfak melalui jalur udara atau air. Setelah itu, dari Fakfak, Anda masih harus menuju Kecamatan Kokas melalui jalur darat. Kemudian, dari Kokas, Anda bisa menuju Patimburak dengan menggunakan long boat.

Meski perjalanan yang harus Anda tempuh menuju Masjid Tua Patimbrak cukup panjang, namun worth it. Ini karena Anda bisa menikmati tiga hal sekaligus. Baik wisata religi, budaya, maupun sejarah. Berbagai makanan tradisional juga bisa Anda cicipi di Desa Patimburak.


Sumber : West Papua Diary 

#westpapuadiary #westpapua #westpapuaflag #indonesiawestpapua #freewestpapua #westpapuapeople

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penggunaan Alat Makan Sekali Pakai

Mengapa Penggunaan Alat Makan Sekali Pakai Perlu dikurangi Kesadaran mengurangi penggunaan alat makan berbahan plastik sekali pakai sangat penting, berikut karena beberapa alasan : Alat Makan Sekali Pakai Dampak Lingkungan Pencemaran lingkungan : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat menjadi sampah plastik yang mencemari lingkungan, seperti laut, sungai, dan tanah. Kerusakan ekosistem : Sampah plastik dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, seperti kematian hewan laut yang terjerat atau menelan plastik. Dampak Kesehatan Bahan kimia berbahaya : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat mengandung bahan kimia berbahaya, seperti BPA dan ftalat, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Kontaminasi makanan : Alat makan berbahan plastik sekali pakai dapat menyebabkan kontaminasi makanan, seperti ketika plastik meleleh atau melepaskan bahan kimia ke dalam makanan. Solusi Menggunakan alat makan yang dapat digunakan kembali : Menggunakan alat makan yang dapat digunakan kembali, se...

Era Paperless

Proses Era Kertas Menuju Digitalisasi Pertimbangan mengurangi kertas menuju digitalisasi dapat meliputi : Mengurangi Penggunaan Kertas : Digitalisasi dapat membantu mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dokumen, laporan, dan komunikasi. Meningkatkan Efisiensi : Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dokumen dan informasi, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Mengurangi Biaya : Digitalisasi dapat mengurangi biaya yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti biaya pencetakan dan penyimpanan. Meningkatkan Aksesibilitas : Digitalisasi dapat meningkatkan aksesibilitas informasi dan dokumen, sehingga dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mengurangi Dampak Lingkungan : Digitalisasi dapat mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan kertas, seperti deforestasi dan polusi. Paperless Namun, perlu juga mempertimbangkan beberapa hal, seperti : Keamanan Data : Digitalisasi memerlukan sistem keamanan yang kuat untuk mel...

Pertimbangan Sewa Lighting

Pertimbangan Sewa Lighting untuk Acara Berikut beberapa pertimbangan menggunakan jasa sewa lighting.  Sewa Lighting Kelebihan Jasa Sewa Lighting Profesionalisme dan Keahlian : Jasa sewa lighting biasanya disediakan oleh tim ahli yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pencahayaan acara. Hemat Biaya : Sewa lighting dapat menghemat biaya dibandingkan membeli peralatan lighting sendiri. Pilihan Lighting yang Luas : Jasa sewa lighting menawarkan berbagai jenis lampu, seperti Par LED, Moving Head, dan Spotlight, yang dapat disesuaikan dengan tema acara. Tips Memilih Vendor Sewa Lighting Pastikan Tahu Apa yang Dibutuhkan : Sebelum mencari vendor, pastikan Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk acara Anda. Minta Testimoni : Minta testimoni atau portfolio dari beberapa event yang telah ditangani vendor tersebut. Minta Penawaran Resmi : Minta penawaran resmi dan spesifikasi barang yang disewakan. Hubungi Vendor Langsung : Hubungi vendor langsung untuk menghindari calo. Faktor yan...